Ruang dan Jarak
Hello. You can call me whatever you want. But you should know, I'm not a writer. I just want to try something new. Try to pour out all of it through words.
13.48
Halo. Kembali lagi bersamaku. Tepat sekali, aku yang beberapa waktu lalu itu membahas soal cinta. Kali ini, masih berhubungan dengan cinta sebenarnya tetapi mungkin tidak sepenuhnya tentang cinta. Mungkin lebih ke arah ruang dan jarak. Ya, ruang untuk diri sendiri dan jarak yang dibentangkan untuknya. Kali ini, bisa dibilang aku sudah menemukan orang yang sangat baik. Teramat baik untukku. Namun, karena aku yang selalu melihat dari sisi kekuranganku inilah yang menjadikanku merasa tidak layak untuknya.
Apakah kamu pernah merasakan hal yang sama? Ketika kamu tahu bahwa kamulah yang memiliki banyak kekurangan dan merasa tidak layak baginya, dan kamu memutuskan untuk memberi jarak antara kamu dengan dia. Menyedihkan memang, tidak seharusnya aku egois seperti itu. Namun, bukan itu yang ingin aku bincangkan disini. Aku hanya ingin menyampaikan bahwa mungkin, memang sudah seharusnya ada ruang untuk diri kita masing-masing dan ada jarak antara kita. Mengapa? Karena, kita perlu tahu seberapa kita membutuhkan nya di hidup kita. Mungkin juga, agar kita tidak dengan cuma-cuma dan kadang kala menjadi lupa untuk bersyukur akan kehadiran nya atau bahkan lupa mengapresiasi nya.
Aku rasa, ruang dan jarak juga penting untuk diri kita sendiri karena itu sangat membantu dalam proses menjernihkan pikiran juga mengatur emosi. Ruang dan jarak sangat menyadarkanku untuk tidak gegabah dalam mengambil keputusan. Bagaimana dengan kalian? Apa kalian setuju dengan pendapatku? Jangan sungkan untuk menuliskan cerita kalian juga dibawah, aku akan sangat senang membacanya.
____________________
Sampai berjumpa lagi ya!
Terimakasih,
Ruang dan Jarak.
Comments
Post a Comment